GERAKAN LITERASI Ku



BUKU PANDUAN

https://online.flippingbook.com/view/666184296/






1. GERAKAN LITERASI SEKOLAH


Pada buku panduan mengembangkan Gerakan Literasi Sekolah  (GSL) yang di buat oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tahun 2016, bahwa pada abad ke-21 ini, kemampuan berliterasi peserta didik berkaitan erat dengan tuntutan keterampilan membaca yang berujung pada kemampuan memahami informasi secara analitis, kritis, dan reflektif. Akan tetapi, pembelajaran di sekolah saat ini belum mampu mewujudkan hal tersebut . Pada tingkat sekolah menengah ( usia 15 tahun ) pemahaman membaca peserta didik 

GSL dikembangkan berdasarkan sembilan agenda prioritas (Nawacita) yang terkait dengan tugas dan fungsi Kemendikbud, khususnya nawacita nomor 5,6,8 dan 9. Butir Nawacita yang dimaksud adalah (5) meningkatkan kualitas hidup manusia dan masyarakat Indonesia; (6) meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar Internasional sehingga bangsa Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya; (8) melakukan revolusi karakter bangsa; (9) memperteguh kebhinekaan dan memperkuat restorasi sosial Indonesia. Empat butir Nawacita tersebut terkait erat dengan komponen literasi sebagai modal pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas, produktif, dan berdaya saing , berkarakter , serta nasionalis.

Literasi sebenarnya sudah tercantum di jadwal pelajaran di sekolah saya setahun yang lalu. Namun program itu tidak berjalan. Setelah saya di beri tanggung jawab menjadi wakil kepala sekolah di bidang kurikulum , saya mencoba untuk mengetahui seperti apa program  literasi tersebut, karena saya juga belum pernah mengikuti workshop tentang literasi. Melalui informasi teman – teman saya saat Bimtek Perlindungan Hukum di Bogor bulan juni  tahun 2017 yang lalu melalui WA,  kebetulan kami membuat group WA agar terjalin silaturahmi dan berbagi informasi terus berjalan, saya mendapat postingan panduan gerakan literasi sekolah di SMP.

Saya mulai mengetahui bahwa literasi ada aturan mainnya untuk diterapkan di sekolah. Maka pada hari jumat 6 Oktober 2017 saya mengemukakan sebuah ide kepada kepala sekolah  untuk menggerakkan literasi disekolah dengan serius. Pada hari senin tanggal 9 Oktober 2017 seluruh murid dan guru bahkan staf TU, diwajibkan untuk membawa buku bacaan selain buku pelajaran sekolah, setelah upacara kepala sekolah memberikan pidatonya tentang literasi, dan bersama – sama membaca selama 10 menit di halaman sekolah, lalu tanya jawab tentang apa yang telah dibaca , lalu sesi photo bersama tanda sebagai sekolah kami mendukung program literasi .

Keesok harinnya  saya mulai untuk menyurvei fasilitas rak buku ke seluruh kelas, kelas di sekolah saya ada 24 ruang kelas, 6 kelas untuk kelas VII, 9 kelas untuk kelas VIII, dan 9 kelas untuk kelas IX.Ternyata dari 24 kelas hanya 2 kelas yang belum terpasang rak buku di pojok kelas. Kebetulan sudah dari tahun lalu telah dipasang rak buku kecil di kelas, namun belum aktif untuk melaksanakan literasi.

Selanjutnya penulis menanyakan setiap kelas apakah gerakan  literasi diawal jam  pelajaran  sudah  mulai  berjalanTernyata yang rutin melaksanakan gerakan literasi tersebut hanya 4 kelas saja, itu pun tidak setiap hari. Penulis mencoba mensosialisasikan gerakan literasi sekolah kepada guru-guru melalui  rapat. Keesok harinnya  hanya  beberapa  guru  saja yang melaksanakannya. Akhirnya  penulis  membaca  kembali buku panduan gerakan literasi sekolah dari kemendikbud dan menemukan sebuah ide agar literasi berjalan dengan rutin dan terkendali, setelah konsultasi dengan kepala sekolah akhirnya penulis membentuk  Tim Duta  Literasi Sekolah pada tanggal 25 November  2017 bertepatan  dengan  Hari  Guru  Nasional.

Sebelumnya penulis menyeleksi siswa perkelas untuk menjadi Duta Literasi Sekolah. Persyaratannya yaitu anak tersebut mempunyai kemauan menjadi duta literasi, memiliki hobi membaca dan memiliki tanggung jawab untuk menjalankan program literasi. Pada saat itu penulis menunjuk 3 orang perwakilan dari kelas 8 A sebagai pelaksana di lapangan, mereka bertiga yang tugasnya sebagai penghubung informasi dari penulis ke duta literasi setiap kelasnya. Tim Duta Literasi terdiri dari para dewan guru, para guru bahasa Indonesia, petugas perpustakaan dan perwakilan dari kelas VII, VIII, dan IX.


A. Foto Saat Pertamakali SMPN 1 Kotaagung Mendeklarasikan menerapkan  GLS








2. Guru Motivator Literasi Indonesia








A. Sosialisasi Program Wisata Literasi Siswa




B. Persiapan Program Wisata Literasi Kepala Sekolah dan Guru





0 Response to "GERAKAN LITERASI Ku"

Posting Komentar